Mengantar Anak, Menjemput Masa Depan

Mengantar dengan Cinta, Menjaga dengan Kepedulian: Saat Bhabinkamtibmas Ikut Mengantar Generasi Masa Depan ke Sekolah

PASANGKAYU, – Di balik deru mesin sepeda motor yang perlahan meninggalkan halaman rumah, ada doa yang tak pernah terucap. Seorang ayah mengantar buah hatinya menuju gerbang sekolah, memulai langkah pertama di tahun ajaran baru. Mungkin hanya perjalanan beberapa menit, tetapi bagi seorang anak, momen itu akan dikenang jauh lebih lama.

Pagi di Desa Karave, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, Senin (13/7/2026), terasa berbeda. Matahari baru saja menyinari halaman rumah-rumah warga ketika anak-anak dengan seragam yang masih rapi mulai bersiap menuju sekolah. Tas yang masih tampak baru tersampir di punggung mereka, sementara wajah-wajah kecil itu memancarkan semangat sekaligus rasa penasaran menyambut hari pertama belajar.

iklan-1
iklan-1

Di antara senyum anak-anak itu, tampak seorang Bhabinkamtibmas Polsek Baras ikut mengantar mereka menuju sekolah. Mengenakan seragam dinas, ia hadir bukan sebagai penegak hukum yang menjaga keamanan semata, tetapi sebagai sosok yang ingin memastikan setiap anak memulai hari dengan rasa aman, nyaman, dan penuh semangat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di PAUD Ade Irma dan SD Inpres Karave merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak Masuk Sekolah (GAMAS) yang dilaksanakan serentak pada hari pertama tahun ajaran 2026/2027.

Program ini lahir dari Surat Edaran Bupati Pasangkayu yang mengacu pada edaran BKKBN Provinsi Sulawesi Barat dan BKKBN Pusat. Tujuannya sederhana, namun memiliki makna yang mendalam: mengajak para ayah meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah, menunjukkan bahwa pendidikan adalah perjalanan yang ditempuh bersama keluarga.

Di tengah kesibukan mencari nafkah, terkadang seorang ayah hanya memiliki sedikit waktu bersama anaknya. Padahal, perhatian kecil seperti mengantar ke sekolah, menggenggam tangan, atau mengucapkan, “Belajar yang rajin ya,” mampu menjadi bekal emosional yang sangat berarti bagi seorang anak.

Bhabinkamtibmas Polsek Baras tidak hanya menyapa para siswa, tetapi juga berbincang dengan orang tua, memberikan semangat kepada anak-anak, serta mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian demi terciptanya lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.

Suasana pagi itu dipenuhi senyum dan lambaian tangan. Anak-anak terlihat lebih percaya diri ketika memasuki gerbang sekolah didampingi ayah mereka. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah rutinitas. Namun sesungguhnya, di situlah karakter mulai dibentuk melalui perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan.

Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, menegaskan bahwa keterlibatan personel Polri dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak Masuk Sekolah merupakan bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Peran ayah dalam mendampingi pendidikan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pesan itu mengingatkan bahwa membangun bangsa tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kadang, perubahan lahir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan penuh ketulusan.

Mengantar anak ke sekolah adalah bentuk kasih sayang yang tidak membutuhkan biaya besar, tetapi meninggalkan kenangan yang akan tumbuh bersama perjalanan hidup seorang anak.

Polri pun hadir untuk menguatkan pesan tersebut. Bukan hanya menjaga keamanan di jalan dan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun keluarga yang harmonis dan mendukung pendidikan.

Sebab pada akhirnya, Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang kemajuan teknologi atau pertumbuhan ekonomi. Ia dimulai dari keluarga-keluarga yang saling menguatkan, dari ayah yang meluangkan waktu untuk anaknya, dari sekolah yang mendidik dengan hati, dan dari masyarakat yang bersama-sama menjaga masa depan.

Di Desa Karave, pagi itu menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan menuju sekolah bukan sekadar mengantar anak belajar. Lebih dari itu, perjalanan tersebut adalah langkah kecil untuk menjemput masa depan Indonesia yang lebih baik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *