PASANGKAYU — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kini kian meluas hingga ke wilayah Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu.
Imbas dari menipisnya stok di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) membuat masyarakat menyerbu pompa bensin mini atau Pertamini, hingga memicu antrean panjang yang terpantau pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Kondisi tersebut disaksikan langsung oleh Andi Herman, salah seorang warga setempat. Ia menuturkan bahwa kesulitan mendapatkan BBM membuat masyarakat terpaksa mengantre berjam-jam di tingkat pengecer.
“Susah sekali cari bensin sekarang. Akibatnya, antrean motor di Pertamini sudah panjang sekali, sampai kelihatan seperti antrean di SPBU besar,” ujar Andi saat menggambarkan situasi di lapangan.
Fenomena ini terbilang langka, mengingat kios Pertamini biasanya menjadi alternatif bagi pengendara yang ingin mengisi bahan bakar secara cepat tanpa harus mengantre lama.
Namun, karena pasokan Pertalite di SPBU resmi cepat habis, para pengecer kini menjadi tumpuan terakhir warga, yang langsung memicu penumpukan kendaraan roda dua.
Kelangkaan ini mulai berdampak serius pada mobilitas dan aktivitas ekonomi harian masyarakat Bambalamotu yang mayoritas bergantung pada kendaraan bermotor.
Warga berharap pihak terkait, khususnya Pertamina dan pemerintah daerah, segera turun tangan untuk menstabilkan pasokan BBM bersubsidi ini agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. (Ril)








