MAKASSAR, SULSEL — Situasi keamanan di Kota Makassar meningkat ke status siaga menyusul instruksi ekstrem yang dikeluarkan oleh Polrestabes Makassar.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, secara tegas memerintahkan jajarannya untuk melakukan tindakan tegas terukur berupa tembak di tempat terhadap kelompok geng motor brutal yang nekat melawan dan mengancam keselamatan
Langkah ini diambil setelah aksi kekerasan jalanan menggunakan senjata tajam (sajam) dan busur panah semakin marak dan dinilai telah melampaui batas toleransi
Polisi Patah Tulang Jadi Pemicu Utama
Perintah keras ini dipicu oleh insiden penyerangan brutal yang terjadi di Jalan Opu Dg Risadju, Kota Makassar. Saat tim Opsnal Polrestabes Makassar bergerak melakukan patroli dan berupaya membubarkan aksi penyerangan kelompok geng motor, para pelaku justru melakukan perlawanan sengit dan melepaskan tembakan anak panah (busur) ke arah petugas.
Dalam aksi kejar-kejaran tersebut, seorang personel kepolisian bernama Aipda Heru mengalami patah tulang tangan kanan yang cukup parah setelah terjatuh akibat berupaya menghindari serangan busur panah dari komplotan tersebut.
Aipda Heru kini harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara dan diwajibkan beristirahat total selama tiga bulan pasca-operasi pemasangan pen.
Selain melukai polisi, kelompok ini juga diketahui sempat menganiaya seorang warga sipil berinisial S secara sadis di kawasan Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang.
Aturan Main Tindakan Tegas Terukur
Kombes Pol Arya Perdana mengklarifikasi bahwa instruksi ini bukan berarti polisi akan menembak secara membabi buta. Tindakan tembak di tempat difokuskan sebagai langkah pelumpuhan apabila kondisi di lapangan sudah mengancam nyawa masyarakat atau diri petugas.
“Jika memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat di situ dengan parang atau mungkin dengan senjata lainnya, perintah saya tembak di tempat untuk melumpuhkan,” tegas Arya Perdana dalam konferensi persnya di Mapolrestabes Makassar.
Sebagai tindak lanjut, seluruh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) di Makassar kini memperketat pengamanan dengan menggelar patroli skala besar setiap malam.
Hingga akhir pekan ini, tim URC Jatanras dan Opsnal dilaporkan telah berhasil mengamankan pentolan bos geng motor beserta sejumlah anggotanya untuk diproses secara hukum. Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua di Makassar untuk memperketat pengawasan terhadap anak remaja mereka agar tidak keluar larut malam dan terlibat dalam lingkaran kejahatan jalanan.***








